Rabu, 16 April 2014

PENANGGULANGAN SAMPAH
MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Oleh,
Elva Kurniasari  (31113015)

PROGRAM STUDI S1 FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BAKTI TUNAS HUSADA

2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang bebas dari polusi dan sampah. Salah satu faktor yang menyebabkan lingkuran tercemar adalah sampah. Sampah telah menjadi faktor yang paling berbahaya. Sampah merupakan masalah yang tak ada habisnya, karena selama kehidupan ini masih ada maka sampah pasti akan selalu di produksi. Produksi sampah sebanding dengan bertambahnya jumlah penduduk.
Istilah sampah sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Jika mendengar istilah sampah, yang terlintas dalam benak kita adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma busuk yang sangat menyengat dan pemandangan  yang tidak enak untuk dipandang. Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses yang cenderung merusak lingkungan di sekitarnya.
Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari gaya hidup masyrakat. Masalah sampah sudah menjadi topik utama yang ada pada bangsa ini. Mulai dari lingkungan terkecil sampai kepada lingkup yang besar. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya penumpukan sampah ini. Namun yang pasti faktor individu sangatlah berpengaruh dalam hal ini.
Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan serangga yang membawa kuman penyakit. Namun hal ini tidaklah akan terjadi lama jika setiap orang sadar akan masalah sampah dan setiap orang mengerti akan dampak yang ditimbulkan dari sampah ini.
Jika sampah dikelola dengan cara yang baik dan benar, maka sampah bukanlah masalah. Mengelola sampah sebenarnya tidaklah sulit. Sampah bahkan dapat menghasilkan sesuatu yang dapat kita manfaatkan. Melalui suatu pembiasaan menjadi suatu kebiasaan dan budaya. Untuk menciptakan kebiasaan hidup bersih dan sehat memang harus kita awali sejak dini, dimana dari kebiasaan itu akan terciptalah budaya untuk bersih dan sehat.
Maka dari itu dalam pengelolaan sampah dibutuhkan kesadaran dari masyarakat untuk menciptakan suatu lingkungan yang sehat dan bersih dari sampah yang berserakan. Dan penulis menulis sebuah makalah yang bertajuk “Pengelolaan Sampah”.
1.2         Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
1.2.1        Apa yang dimaksud dengan sampah?
1.2.2        Apa saja dampak yang akan ditimbulkan sampah bagi kehidupan manusia?
1.2.3        Bagaimana cara menanggulangi sampah?
1.3         Tujuan Makalah
  Tujuan umum tentang pembuatan makalah ini adalah bagaimana pembaca mampu mengetahui tentang masalah sampah dan solusi mengatasi sampah tersebut.
1.3.1        Untuk mengetahui pengertian sampah
1.3.2        Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan sampah bagi kehidupan manusia
1.3.3        Untuk mengetahui cara menanggulangi sampah
1.4         Kegunaan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoretis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan sampah dan penanggulangan sampah. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
1.         Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan tentang sampah dan penanggulangan sampah.
2.         Pembaca/dosen, sebagai media informasi tentang sampah dan penanggulangan sampah yang baik.
 BAB II
PEMBAHASAN
2.1         Tinjauan Pustaka
Abas dan Endang Haris (2010:153) menyatakan bahwa “Sampah merupakan sisa atau sesuatu hal yang dibuang atau seringkali tidak dikehendaki kehadirannya. Sampah dianggap sebagai benda yang mencemari lingkungan dan tidak bernilai ekonomis.”
            Tim Penulis Penebar Swadaya dalam (Salipadang, 2011:6) menyatakan bahwa “Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.”
Menurut  Tandjung  dalam (Alex, 2012:3)  menyatakan bahwa  “Sampah merupakan sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula.”
Alex (2012:4) menyatakan bahwa  “Sampah adalah barang yang tidak berharga, tidak memiliki nilai ekonomis, tidak berguna dan barang yang sudah tidak diinginkan lagi.”
Sampah merupakan bahan padat buangan dari kehiatan rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah penginapan, hotel, rumah makan, industri ataupun aktivitas manusia lainnya sehingga dengan kata lain, sampah merupakan hasil sampingan dari aktivitas manusia yang sudah tidak terpakai.

Menurut Basriyanta (http://tpasikawinatan.wordpress.com/2012/04/26/pengertian-definisi-sampah-menurut-para-ahli) menyatakan  “Sampah merpakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai atau dikelola dengan prosedur yang benar.”
Berdasarkan pengertian dan definisi tentang sampah seperti yang dikemukakan di atas, pendapat penulis mendefinisikan sampah merupakan benda atau sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai atau sesuatu yang harus dibuang, dan umumnya bersifat padat yang dapat mencemari lingkungan dan tidak bersifat ekonomis, yang bersifat zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan.
2.2         Pembahasan
Sampah sebuah kata yang sering kita dengar dan barang yang selalu kita lihat setiap saat. Dimanapun dan kapanpun kita berada selalu bertemu  dengan yang namanya sampah. Sampah adalah material sisa yang tidak dibutuhkan lagi bahkan dibuang dengan sengaja karena tidak mempunyai nilai ekonomis.
Sampah bukanlah hal yang asing didengar, sampah sudah menjadi permasalah yang rutin  ditemukan dalam kehidupan karena lingkungan yang kotar adalah sarang sampah, tetapi di sisi lain ternyata sampah juga memiliki manfaat yang berguna bagi lingkungan, jika  bisa memanfaatkan sampah menjadi suatu karya yang bagus itu adalah suatu pergerakan yang baik.
Sampah biasanya bersumber dari pemukiman penduduk,  sampah di suatu pemukiman biasanya dihasilkan oleh satu atau beberapa orang yang tinggal dalam suatu bangunan. Jenis sampah yang dihasilkan biasanya sisa makanan dan bahan sisa proses pengolahan makanan atau sampah basah. Dan di tempat umum dan tempat perdagangan, tempat umum adalah tempat yang memungkinkan banyak orang berkumpul dan melakukan kegiatan termasuk juga tempat perdagangan. Jenis sampah yang dihasilkan dari tempat semacam itu dapat berupa sisa-sisa makanan sampah kering,  dan terkadang sampah berbahaya. Dan sumber sampah di tempat lainnya.
Sampah umumnya terbagi menjadi dua macam yaitu sampah organik (sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran. Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau. Sampah anorganik adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Sampah Anorganik merupakan sampah yang tidak bisa didaur ulang. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama.
Dalam kehidupan sehari-hari sampah dibiarkan menumpuk karena banyak masyarakat terbiasa membuang sampah sembarangan tanpa ada tindakan yang serius. Efek secara  keseluruhan memang tidak terasa tetapi lama kelamaan dapat berbahaya bagi lingkungan. Seperti halnya membuang sampah kesungai, jika sampah tersebut sudah banyak maka ketika air hujan turun pasti daerah tersebut akan terkena banjir karena aliran air tersumbat oleh sampah. Membuang sampah sembarangan ke jalan atau sebagainya, itu akan terlihat tidak indah dipandang dan akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Semakin banyak sampah menumpuk maka semakin banyak dampak negatif terhadap kehidupan manusia. Dampak negatif yang timbul dari penumpukan sampah sangat banyak seperti dampak terhadap kesehatandan dampak terhadap lingkungan.
Dampak negatif terhadap kesehatan sebagai berikut:
-          Seperti  penyakit diare, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum.
-          Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. 
-          Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah. 
Dampak negatif terhadap lingkungan sebagai berikut:
-        Menurunnya kualitas lingkungan.
-        Menimbulkan bau yang tidak sedap.
-        Pandangan yang buruk dengan adanya tumpukan sampah dan sampah yang berserakan.
-        Mencemarkan lingkungan seperti pencemaran air, tanah, dan udara.
-        Sampah dapat menyebabkan banjir. Sampah yang dibuang sembarangan, salah satunya yang dibuang kesungai. Lama kelamaan menumpuk dan menyumbat aliran air, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akan meluap menyebabkan banjir.
Dengan adanya sampah yang menumpuk dilakukan cara untuk menanggulangi sampah dan pengolahan sampah. Salah satunya dengan cara mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis dan mengelola sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup. Penanggulangan  sampah adalah perlakuan terhadap sampah yang bertujuan memperkecil atau menghilangkan masalah-masalah yang berkaitan denganlingkungan.
Tahapan pengolahan sampah yang dapat dilakukan yaitu dengan cara pengumpulan, pemisahan, pengangkutan, pendaur-ulangan, atau pembuangan dari material sampah. Pengumpulan sampah adalah cara atau proses pengambilan sampah mulai dari penampungan sampah dari sumber timbunan sampah samapai ketempat penampungan sementara. Pemilahan Sampah dapat diartikan sebagai suatu proses kegiatan penanganan sampah dari sumbernya dengan memanfaatkan penggunaan sumber daya secara efektif. Tahap pengangkutan merupakan tahap membawa sampah dari lokasi pemindahan atau lansung dari sumber sampah menuju TPA. Dalam proses daurulang, sampah dapat dimanfaatkan menjadi barang yang bernilai ekonomis. Sebagai contoh pemanfaatan sampah dengan membuat aneka barang kerajinan yang memiliki nilai ekonmis seperti taplak meja, pot bunga, dan keset. Pada tahap pembuangan akhir/pengolahan, sampah akan mengalami proses-proses tertentu baik secara fisik, kimiawi, maupun biologis. Ada dua cara pembuangan akhir, yaitu open dumping (penimbunan secara terbuka) dan sanitary landfill (pembuangan secara sehat). Pada proses open dumping sampah ditimbun secara bergantian dengan tanah sebagai lapisan penutupnya.
 Cara menanggulangi sampah yang menumpuk dengan cara mengurangi pemakaian dan pembelian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar, gunakan produk yang dapat diisi ulang, kurangi penggunaan bahan sekali pakai, dan kembangkan manfaat lain dari sampah.
Adapun prinsip-prinsip yang dapat di terapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip ini sering dikenal dengan 4R, yaitu :
1.                  Reduse (mengurangi), yaitu meminimalisasi barang atau material yang  dipergunakan. Semakin banyak menggunakan barang atau material, semakin banyak sampah yang dihasilkan
2.                  Reuse (menggunakan kembali), yaitu pemilihan barang-barang yang masih bisa dipakai kembali. Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum barang menjadi sampah.
3.                  Recycle (mendaur ulang), yaitu  barang-barang yang tidak berguna di daur ulang kembali. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri informal dan rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
4.                  Replace (mengganti), yaitu teliti barang yang dipakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama dan hanya barang-barang yang lebih ramah lingkungan.
Jika sampah tidak dikekola dengan baik sampah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, sampah haruslah diolah atau di daur ulang dengan baik agar tidak mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia. Tujuan dilakukan penanggulangan sampah dan pengolahan sampah adalah mengehemat sumber daya alam, mengehemat energi, menghemat lahan TPA dan menciptakan lingkungan yang asri (bersih, sehat, dan nyaman).
 BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
3.1              SIMPULAN
Kesadaran individu begitu penting untuk menjalankan perubahan kebersihan pada lingkungan khususnya dari masalah sampah baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Namun hanya sebagian masyarakat yang berantusias untuk melakukan penanggulangan sampah.
Berdasarkan uraian bab sebelumnya penulis dapat memukakan simpulan sebagai berikut:
1.            Sampah merupakan material sisa yang tidak memiliki nilai ekonomis.
2.            Sampah umumnya terbagi menjadi dua macam yaitu, sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang dapat didaur ulang. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat didaur ulang.
3.            Lingkungan yang tercemar oleh sampah akan berdampak bagi kesehatan dan lingkungan. Seperti timbul penyakit dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
4.            Penanggulangan sampah merupakan cara yang dilakukan untuk meminimalisir sampah. Dapat dilakukan dengan cara mengubah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis melalui proses daur ulang.
3.2              SARAN
Sejalan dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut.
1.                  Masyarakat hendaknya menjaga lingkungan agar menjadi lingkungan yang sehat dan bebas dari sampah.
2.                  Individu seharusnya memilik keasadaran sendiri untuk tidak membuang sapah sembarangan.
3.                  Masyarakat hendaknya sadar akan akibat sampah yang akan ditimbulkan bagi kesehatan dan lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Abas, M. et al (2010). Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta: Erlangga.
Salipadang. dan Joseph Christian (2011). Analisis Sistem Pengangkutan Sampah Kota Makasar dengan Metode Penyelesaian Vehicle Routing Problem (VRP)(Studi Kasus:Kecamatan Mamajang). Makasar: Skripsi Pada Universitas Hasanudin.


Sistem Urogenitalia


MAKALAH
SISTEM UROGENITALIA (EKSKRESI)
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Biologi

                                                           
                                   Kelompok 7 :
1.      Ai Evi
2.      Citra Purnamasari
3.      Elva Kurniasari
4.      Irfan Maulana
Kelas   : Farmasi 1 A


PROGRAM STUDI S1 FARMASI
    SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
      BAKTI TUNAS HUSADA
  Jl. Cilolohan No. 36 Telp. (0265) 334740 Fax. 0265327224 Tasikmalaya 46115
2013/2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang Masalah
Kesehatan merupakan hal terpenting dalam kehidupan manusia. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.
Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan. Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek. Golongan masyarakat yang dianggap 'teranaktirikan' dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil dan pedagang. Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi lebih pelik, berhubung dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri.
Maka dari itu sudah sepantasnya kita mesti mengetahui tentang permasalahan didunia kesehatan, dalam hal ini penulis bertujuan untuk memberikan informasi seputar didunia kesehatan. Khususnya di negara kita ternyata masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi dari sebuah organ dalam yang ternyata itu sangat berperan penting bagi kelangsungan kehidupan kita. Didalam karya tulis ini, penulis mendapat tugas untuk menyampaikan fungsi, struktur dan kelainan pada sistem ekresi salah satunya organ dalam yaitu ginjal. Maka dari itu penulis membuat judul dalam karya tulis ini SISTEM UROGENITALIA. Alasan penulis mengangkat judul ini adalah agar kita semua bisa mengetahui pentingnya sistem ekresi pada ginjal manusia dan supaya masyarakat bisa mengenal lebih dalam baik itu dari segi fungsi, struktur dan kelainannya.
1.2    Perumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan. Maka dapat di rumuskan,  sebagai hal-hal berikut:
1.      Apa pengertian dari sistem urogenitalia ?
2.      Apa fungsi ginjal ?
3.      Apa saja struktur dari organ ginjal?
4.      Bagaimana proses pembentukan urine ?
5.      Apa saja kelainan-kelainan pada ginjal ?
1.3    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui sistem urogenitalia.
2.      Untuk mengetahui fungsi ginjal.
3.      Untuk mengetahui struktur organ ginjal.
4.      Untuk mengetahui proses pembentukan urine.
5.      Untuk mengetahui kelainan-kelainan pada ginjal.
  BAB II
SISTEM UROGENITALIA
2.1    Pengertian Urogenitalia
Sistem perkemihan atau biasa juga disebut sistem urogenital adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (airkemih). Adapun susunan sistem perkemihan (sistem urinaria) di dalam tubuh manusia adalah ginjal, ureter, vesika urinaria, dan uretra.
                   Oleh sebab itu maka betapa pentingnya sistem perkemihan pada manusia dan sistem ini melibatkan beberapa organ di antaranya:
1.    Ginjal
2.    Ureter
3.    Kandung Kemih
4.    Saluran Kencing (uretra)
Diantara ke empat organ tersebut maka yang paling peting adalah ginjal.
2.2                         Ginjal
Description: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRfcDFCwQy6VUk6V5wG9-c8QCQLNpwnNzCcZtRSg9XzUSzO4cAgGinjal adalah organ yang memiliki kemampuan yang luar biasa, walaupun kecil organ ini menyaring zat-zat yang telah tidak terpakai (zat buangan atau sampah/limbah) yang merupakan sisa metabolisme tubuh.
Ginjal juga merupakan organ yang berbentuk seperti kacang yang terletak di kedua sisi columna vertebralis, dibawah liver dan limphe. Dibagian superior ginjal terdapat adrenal gland (juga disebut kelenjar suprarenal). Ginjal bersifat retroperitoneal, yang berati terletak dibelakang peritonium yang melapisi rongga abdonen. Kedua ginjal terletak disekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit dibawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati. Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.
                 Ginjal kanan sedikit lebih rendah dibandingkan dengan ginjal kiri karena tertekan ke bawah oleh hati. Kutub ats ginjal terletak setinggi iga keduabelas, sedangkan ginjal kiri terletak setinggi iga kesebelas. Pada orang dewasa, panjang ginjal sekitar 12-13 cm, lebarnya 6 cm, tebalnya 2,5 cm dan beratnya -+ 140 gram ( pria= 150-170 gram, wanita = 115-155).
2.3 Fungsi Ginjal
Fungsinya sebagai penyaring kotoran yang dibuang melalui urin. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang betapa pentingya fungsi ginjal, diantaranya:
·       Menyaring dan membuang berbagai sisa metabolisme tubuh yang mengandung racun atau bersifat racun.
Ginjal kita akan memfilter dan membuang berbagai nutrisi atau zat-zat yang berlebih, seperti vitamin, obat-obatan, zat-zat mineral dan garam yang dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu sebaiknya dalam mengkonsumsi vitamin dan mineral jangan terlalu berlebihan, terutama dalam bentuk suplemen.
·       Mengatur kadar bahan-bahan tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh.
Ginjal akan mengatur zat-zat makanan yang terkandung didalam tubuh. Seperti ketika kita mengkonsumsi protein dalam jumlah diatas kecukupan gizi tubuh kita, ginjal akan bekerja keras untuk mengeluarkan sisa kelebihannya terus berada didalam tubuh, hal ini akan meracuni dan menganggu kesehatan tubuh kia.
·       Mengatur pH darah
pH darah tidak boleh terlalu asam maupun terlalu basa. Hal ini agar proses yang terjadi dalam darah bisa terjadi dengan optimal.
·       Mengatur keseimbangan ion mineral, komposisi air dan elektrolit dalam darah.
Kadar ion mineral biasa disebut elektroloit akan diseimbangkan oleh organ ginjal. Misalnya kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostatis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi.
Selain itu komposisi dan jumlah air dalam darah atau dalam tubuh secara keseluruhan akan ditekan agar kondisinya selalu normal. Jika kita terlalu banyak meminum air dibarengi dengan suhu lingkungan yang rendah, maka ginjal akan lebih sering mengeluarkan air yang masuk ini dalam bentuk urin. Sedangkan ketika kita dalam keadan dehidrasi dengan kondisi lingkungan yang panas, ginjal akan berusaha menekan sekresi air.
·       Mengatur tekanan darah
Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh salah satu bagian otak kita yaitu hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif. Kelenjar pituitari akan mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali 98%.
·       Merangsang pembentukan sel darah merah baru
Jika kondisi darahnya semakin bersih, maka proses perganian sel darah dari yang rusak dengan yang baru akan semakin cepat.
·       Mempertahankan pH plasma darah pada kisaran pH 7,4
Ginjal akan mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pH 8.
Selain membuang sampah-sampah yang sudah tidak terpakai lagi, funsi ginjal adalah menjadi ‘pabrik’ penghasil tiga hormon penting, diantaranya:
1.    Erythropoietin (EPO) yang merangsang tulang untuk memproduksi sel darah merah
2.    Renin yang mengatur tekanan darah
3.    Vitamin D yang memiliki sifat aktif, yang membantu menjaga kebutuhan kalsium dalam tulang dan keseimbangan zat dalam tubuh.
2.4 Stuktur Ginjal
Ginjal terdiri dari 3 bagian utama yaitu korteks, medula, dan pelvis. Ketiga bagian itu sangat penting bagi ginjal. Berikut penjelasannya:
a.    Kulit Ginjal (korteks renalis)
Kulit ginjal disebut kortek renalis. Korteks renalis tersusun dari sel – sel ginjal atau nefron yang berjumlah lebih kurang satu juta sel. Di dalam kulit ginjal terdapat Badan Malpighi yang terdiri atas glomelurus dan kapsula Bowman. Glomelurus adalah kumpulan cabang – cabang yang halus atau anyaman pembuluh darah kapiler di bagian korteks, sedangkan kapsula Bowman adalah lapisan yang melingkupi glomelurus, bentuknya seperti cawan dan berdinding ganda. Di korteks terjadi penyaringan darah.
b.    Sumsum Ginjal (medula renalis)
Sumsum ginjal disebut Medulla. Medulla berbentuk kerucut atau renal pyramid. Medulla merupakan tempat berkumpulnya pembuluh darah kapiler dari kapsula Bowman. Didalam medulla akan terjadi proses reabsorbsi dan augmentasioleh tubulus proksimal dan tubulus distal. Lengkung henle juga merupakan bagian dari yang menghubungkan tubulus proksimal dengan tubulus distal.
c.     Rongga Ginjal (pelvis)
Pada rongga ginjal bermuara pembuluh pengumpul. Rongga ginjal dihubungkan oleh ureter ke kandung kemih yang berfungsi untuk tempat penampungan sementara urin sebelum keluar tubuh. Urine yang akan keluar dari kandung kemih melewati saluran yaitu uretra.
 Jika salah satu bagian ginjal dibelah, maka kita akan dapat melihat lebih dalam lagi bagian-bagian ginjal. Berikut adalah gambar ginjal beserta bagian-bagiannya:
Bagian ginjal yang dicetak tebal adalah bagian utama dalam ginjal. Berikut adalah penjelasan bagian-bagian di dalam ginjal:
1.    Ginjal terletak di bagian perut. Gambar ginjal di atas adalah ginjal kiri yang telah dibelah.
2.    Calyces adalah suatu penampung berbentuk cangkir dimana urin terkumpul sebelum mencapai kandung kemih melalui ureter.
3.    Pelvis adalah tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin sementara yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
4.    Medula terdiri atas beberapa badan berbentuk kerucut (piramida). Di sini terdapat lengkung henle yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.
5.    Korteks di dalamnya terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi. Badan malphigi tersusun atas glomerulus yang diselubungi kapsula Bowman dan tubulus(saluran) yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
6.    Ureter adalah suatu saluran muskuler berbentuk silinder yang menghantarkan urin dari ginjal menuju kandung kemih.
7.    Vena ginjal adalah pembuluh balik yang berfungsi untuk membawa darah keluar dari ginjal menuju vena cava inferior kemudian kembali ke jantung.
8.    Arteri ginjal adalah pembuluh nadi yang berfungsi untuk membawa darah ke dalam ginjal untuk disaring di glomerulus.
Di dalam korteks terdapat jutaan nefron. Nefron adalah unit fungsional terkecil dari ginjal yang terdiri atas tubulus kontortus proximal, tubulus kontortus distal dan duktus koligentes. Berikut adalah gambar bagian-bagian di dalam nefron:
Berikut adalah penjelasan bagian-bagian di dalam nefron:
1.    Nefron: Adalah tempat penyaringan darah. Di dalam ginjal terdapat lebih dari 1 juta buah nefron. 1 nefron terdiri dari glomerulus, kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
2.    Glomerulus: Tempat penyaringan darah yang akan menyaring air, garam, asam amino, glukosa, dan urea. Menghasilkan urin primer.
3.    Kapsula bowman: Adalah semacam kantong/kapsul yang membungkus glomerulus. Kapsula bowman ditemukan oleh Sir William Bowman.
4.    Tubulus kontortus proksimal: Adalah tempat penyerapan kembali/reabsorpsi urin primer yang menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Menghasilkan urin sekunder.
5.    Lengkung henle: Penghubung antara tubulus kontortus proksimal dengan tubulus kontortus distal.
6.    Tubulus kontortus distal: Tempat untuk melepaskan zat-zat yang tidak berguna lagi atau berlebihan ke dalam urin sekunder. Menghasilkan urin sesungguhnya.
7.    Tubulus kolektivus: Adalah tabung sempit panjang dalam ginjal yang menampung urin dari nefron, untuk disalurkan ke pelvis menuju kandung kemih.
2.5    Proses Pembentukan Urin
Mula-mula darah yang mengandung air, garam, glukosa, urea, asam amino dan amonia mengalir kedalam glomerulus untuk menjalani proses filtrasi. Proses ini terjadi karena adanya tekanan darah akibat pengaruh dari mengembang dan mengerutnya arteri yang memanjang menuju dan meninggalkan glomerulus. Akhir filtrasi dari glomerulus ditampung oleh kapsul bowman dan menghasilkan filtrat glomerulus atau urine primer. Secara normal, setiap hari kapsul bowman dapat menghasilkan 180 L filtrat glomerulus. Filtrat glomerulus atau urine primer masih banyak mengandung zat yang diperlukan tubuh antara lain glukosa, garam-garam dan asam amino. Perhatikan Tabel 1.

Tabel 1. Komposisi Utama Urine Primer
Molekul
Kadar per Garam
Air
900
Protein
0
Glukosa
1
Asam Amino
0,5
Urea
0,3
Ion Anorganik
7,2
Filtrat glomerulus ini kemudian diangkut oleh tubulus kontortus proksimal. Di tubulus kontortus proksimal zat-zat yang masih berguna direabsorpsi. Seperti asam amino, vitamin, dan beberapa ion yaitu Na+, Cl-, HCO3- dan K+. Sebagian ion-ion ini diabsorpsi kembali secara transpor aktif dan sebagian yang lain secara difusi. Proses reabsorpsi masih tetap berlanjut seiring dengan mengalirnya filtrat menuju lengkung Henle dan tubulus kontortus distal. Pada umumnya, reabsorpsi zat-zat yang masih berguna bagi tubuh seperti glukosa dan asam amino berlangsung di tubulus renalis. Akan tetapi, apabila konsentrasi zat tersebut dalam darah sudah tinggi, tubulus tidak mampu lagi mengabsorpsi zat-zat tersebut. Apabila hal ini terjadi, maka zat-zat tersebut akan di reaksikan bersama urine.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJUCGsxR4j51sjvmxUww9e-lH3H-aK9swBhlpkeflqie-fIVe57z5epuN5mCK82O4o_7qlQLkBpZ-qWN7ewwGyn8DQ0rFRyWqr8NbwHDum1Os1kt9fS4M7YOtfMqAUn927bKkv9jFTxiE/s1600/gambar+8.3.jpg
Darah yang masuk ke glomerulus setiap menitnya 1,2 liter atau seperempat seluruh darah yang dipompa.
Selain reabsorpsi, di dalam tubulus juga berlangsung sekresi. Seperti K+, H+, NH4+ disekresi dari darh menuju filtrat. Selain itu, obat-obatan seperti pensilin juga disekresi dari darah. Sekresi ion hidrogen (H+) berfungsi untuk mengatur pH dalam darah. Misalnya dalam darah terlalu asam maka ion hidrogen disekresikan ke dalam urine. Sekresi K+ juga berfungsi untuk menjaga mekanisme homeostatis. Apabila konsentrasi K+ dalam darah tinggi , dapat menghambat ransang impuls serta menyebabkan kontraksi otot dan jantung menjadi menurun dan melemah. Oleh karena itu, K+ kemudian disekresikan dari darah menuju tubulus renalis dan diekresikan bersama urine.
Setiap harinya tubulus mengabsorpsi filtrat berupa air sebanyak 178 L, garam 1.200 g dan glukosa sebanyak 250 g.
Tubulus Terpanjang
Kapsul bowman sampai tubula merupakan satu saluran. Pada orang dewasa seluruh tubula diperkirakan 7.500.000 sampai 15.000.000 cm atau kurang lebih 7,5 samapai 15 km.
Pada saat terjadi proses reabsorpsi dan sekresi  di sepanjang tubulus renalis secara juga berlangsung pengaturan konsentrasi pada urine. Sebagai contoh, konsentrasi garam diseimbangkan melalui proses reabsorpsi garam. Dibagian lengkung Henle terdapat NaCl dalam konsentrasi tinggi. Keberadaan NaCl ini berfungsi agar cairan di lengkung Henle senantiasa dalam keadaan hipertonik. Dilengkung Henle descending bersifat permeabel untuk air, akan tetapi impermeabel untuk Na dan Urea. Konsentrasi Na yang tinggi ini menyebabkan filtrat terdorong ke lengkung Henle bagian bawah dan air bergerak keluar secara osmosis.
Dilengkung Henle bagian bawah, permeabilitas dindingnya berubah. Dinding lengkung Henle bagian bawah menjadi permebel terhadap garam dan impermeabel terhadap air. Keadaan ini mendorong filtrat untuk bergerak ke lengkung Henle ascending.
Air yang bergerak keluar dari lengkung Henle descending dan air yang bergerak masuk saat di lengkung Henle ascending membuat konsentrasi filtrat menjadi isotonik. Setelah itu, filtrat terdorong dari tubulus renalis menuju duktus kolektivus. Duktus kolektivus bersifat permeabel terhadap urea. Disini urea keluar dari filtrat secara difusi.
Demikian juga dengan air yang bergerak keluar dari filtrat secara osmosis. Keluarnya air ini menyebabkan konsentrasi urine menjadi tinggi. Dari duktus kolektivus, urine dibawa ke pelvis renalis. Dari pelvis renalis, urine mengalir melalui ureter menuju vesika urinaria (kantong kemih) yang merupakan tempat penyimpanan sementara bagi urine.
Simaklah tabel 2. Berikut ini agar levih mudah memahami proses pembentukan urine.
Nama
Proses yang terjadi
Contoh molekul yang diproses
Filtrasi di glomerulus
Darah mengalir masuk ke glomerulus
Darah mengalami proses filtrasi.
Air, glukosa, asam amino, garam, urea dan amonia.
Reabsorpsi di tubulus
Terjadi difusi dan transfor aktif molekul-molekul dari tubulus kontortus promoksimal.
Air, glikosa, asam amino dan garam
Sekresi di tubulus
Terjadi transfor aktif molekul-molekul dari darah ke tubulus kontortus distal.
Amonia, ion hidrogen, penisilin dan asam urat.
Reabsorpsi air
Terjadi reabsorpsi air disamping tubulus terutama diduktus kolektivus
Garam dan air
Eksresi
Terbentuk urine yang sesungguhnya
Air, garam, urea, amonium, dan asam urat.

Urine ditampung didalam kantong kemih (vesica urinaria) hingga mencapai kurang lebih 300 cc. Kemudian melalui uretra, urine di keluarkan dari tubuh. Pengeluaran urine ini diatur oleh otot sfinkter. Perhatikan gambar 3. Mengenai sistem urinaria pada manusia.
Pembentukan urine dari plasma darah menyebabkan terjadinya banyak perubahan kandungan zat, seperti yang terlihat pada tabel berikut.
Komponen
Plasma
Filtrat Neftron
Urine
Konsentrasi
Subtrat yang Tersaing
Urea
0,03
0,03
1,8
60x
50%
Asam urat
0,04
0,004
0,05
12x
91%
Glukosa
0,10
0,10
Tidak ada
-
100%
Asam amino
0,5
0,05
Tidak ada
-
100%
Jumlah garam anorganik
0,9
0,9
< 0,9 – 3,6
< 1 – 4x
99,3%
Protein dan koloid lain.
8,0
Tidak ada
Tidak ada
-
-

Didalam urine tidak ada lagi terdapat protein dan glikosa. Apabila didalam urine terdapat senyawa-senyawa tersebut, ini menunjukan adanya gangguan pada ginjal.
2.6    Kelainan Pada Sistem Uregonitalia
Ada beberapa kelainan pada sistem ekresi ginjal manusia, diantaranya seperti di bawah berikut ini:
1. Pyelonephritis
Infeksi dan peradangan jaringan ginjal dan renal pelvis (ruang yang terbentuk dari perluasan ujung atas ureter tubulus yang menyalurkan urin ke kandung kemih). Infeksi ini biasanya disebabkan karena bakteri. Kelainan ginjal yang paling sering terjadi, pyelonephritis dapat menjadi kronis dan akut.
Pyelonephritis yang sudah akut biasanya menyerang satu daerah pada ginjal, dan tidak menyerang bagian yang lain. Pada banyak kasus, pyelonephritis dapat berkembang tanpa adanya penyebab yang jelas. Gangguan pada aliran darah atau urin, dapat membuat ginjal lebih mudah terserang infeksi, dan penumpukan kotoran pada ujung urethra juga diperkirakan meningkatkan kasus penyakit pada bayi (urethra merupakan saluran urin dari kandung kemih keluar). Wanita dapat mengalami cedera saluran kencing pada saat berhubungan atau kehamilan, dan kateterisasi (pengeluaran urin secara mekanik) dapat menyebabkan infeksi.
2. Glomerulonephritis
Glomerulonephritis, penyakit ginjal lain yang sering terjadi, ditandai dengan peradangan sebagian glomeruli ginjal. Kondisi ini dapat terjadi ketika sistem imun tubuh lumpuh. Antibodi dan zat-zat lainnya membentuk partikel dalam aliran darah yang terjebak dalam glomeruli. Hal ini menyebabkan peradangan dan membuat glomeruli tidak dapat bekerja dengan baik. Gejala dari penyakit ini bisa termasuk darah dalam urin, pembengkakan jaringan tubuh, dan adanya protein dalam urin, dalam hasil tes laboratorium. Glomerulonephritis bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Jika pengobatan diperlukan, dapat dilakukan diet khusus, obat-obatan pencegah kekebalan (immunosuppressant), atau plasmapheresis (pemisahan plasma dari darah), suatu prosedur untuk membuang bagian darah yang mengandung antibodi.
Glomerulonephritis merupakan kelainan yang dikenal dengan nephritis, atau penyakit Bright. Bagian utama yang terserang penyakit ini adalah pembuluh darah dalam bongkah glumerular. Imbuhan “-itis” menandakan luka peradangan, dan glomerulonephritis memang berhubungan dengan infeksi, dalam arti kata sempit, penyakit ini menyerang setelah adanya infeksi bakteri streptococcal dan kemudian semakin berat karena berbagai macam infeksi lainnya. Namun demikian, terdapat bukti yang meyakinkan bahwa glomerulonephritis bukan merupakan penyakit yang menyerang ginjal secara langsung karena satu penyebab infeksi. Penyakit ini lebih kepada kelainan sistem kekebalan tubuh, dimana pembentukan antibodi sebagai respon dari adanya protein asing (antigen) ditempat lain dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan terbentuknya antigen-antibodi kompleks yang tersangkut dalam bongkah glomerular atau pada sedikit kasus, antigen ini menumpuk pada dinding kapiler glomerular. Pada tiap kasus, antibodi atau antigen-antibodi kompleks mencapai ginjal melalui sirkulasi, dan mekanisme ini disebut sebagai penyakit sirkulasi kompleks.
3. Batu Ginjal
Disebut juga Renal Calculus, plural Renal Calculi, terkumpulnya mineral dan benda organik yang terbentuk dalam ginjal. Ada batu yang menjadi demikian besar yang melumpuhkan fungsi ginjal. Urin mengandung banyak garam dalam bentuk larutan dan jika konsentrasi garam mineral menjadi berlebih, kelebihan garam ini mengendap menjadi partikel padat disebut batu ginjal. Batu ginjal diklasifikasikan sebagai primer jika batu tersebut terbentuk tanpa ada sebab yang jelas seperti infeksi atau penyumbatan. Diklasifikasikan sekunder jika berkembang setelah adanya infeksi ginjal atau kelainan.
Beberapa keadaan memperbesar peluang terbentuknya batu ginjal. Baik itu berkurangnya volume cairan atau bertumpuknya mineral cukup membuat terganggunya keseimbangan yang sempurna antara cairan dan larutan yang ada dalam ginjal. Ketika batu mulai berkembang, biasanya ia akan terus tumbuh. Sebuah nukleus dari endapan garam urin bisa merupakan kumpulan bakteri, jaringan yang rusak, sel mati, atau keping darah kecil. Mineral menarik partikel dari luar dan membungkusnya. Pada saat batu bertambah besar, bagian permukaan dapat menjadi tempat bagi mineral lain dan kemudian bertambah besar.
Batu ginjal yang lebih kecil dapat keluar dari badan dengan sendirinya meski akan menimbulkan rasa sakit. Batu yang lebih besar memerlukan pembedahan, atau dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil dengan gelombang suara dalam prosedur yang disebut ultrasonic lithotripsy.
4. Gagal Ginjal
Disebut juga Renal Failure, hilangnya sebagian atau keseluruhan fungsi ginjal. Gagal ginjal digolongkan menjadi akut (ketika serangannya tiba-tiba) atau kronis. Gagal ginjal akut berakibat pada berkurangnya volume urin, kadar zat-zat bernitrogen, potasium, sulfat, dan fosfat diatas normal dalam darah, dan rendahnya kadar sodium, kalsium, dan karbon dioksida darah yang juga jauh dibawah normal. Biasanya orang yang terkena ini sembuh dalam enam minggu atau kurang.
Sebab dari gagal ginjal ini antara lain karena rusaknya tubulus didalam ginjal oleh obat-obatan atau larutan organik seperti karbon tetraklorida, aseton, dan etilen glikol, bersinggungan dengan senyawa logam seperti merkuri, timah, dan uranium. Gagal ginjal dapat pula disebabkan karena cidera fisik atau operasi besar yang membuat kehilangan banyak darah atau juga akibat penyakit yang merusak korteks (bagian luar) dari ginjal. Penyebab lainnya adalah infeksi bakteri berat, diabetes yang merusak medula (bagian dalam) ginjal, dan karena kelebihan garam kalsium dalam ginjal.
Tersumbatnya arteri ginjal, penyakit liver, dan tersumbatnya saluran kencing dapat mengakibatkan gagal ginjal akut; pada situasi yang jarang terjadi, gagal ginjal dapat terjadi tanpa gejala awal. Komplikasi yang timbul dari gagal ginjal termasuk gagal jantung, paru-paru berair, dan bertumbuknya potasium dalam tubuh.
Gagal ginjal kronis biasanya merupakan akibat dari penyakit yang sudah lama diidap oleh ginjal. Pada gagal ginjal kronis darah menjadi lebih asam dibandingkan biasanya dan dapat terjadi hilangnya kalsium dalam tulang. Kerusakan saraf dapat pula terjadi.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Setelah penulis membahas tentang sistem urogenitalia dalam penulisan karya tulis ini. Maka penulis menyimpulkan diantaranya:
Sistem urogenital adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh.
Fungsinya sebagai penyaring kotoran yang dibuang melalui urin. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang betapa pentingya fungsi ginjal, diantaranya; menyaring dan membuang berbagai sisa metabolisme tubuh yang mengandung racun atau bersifat racun, mengatur kadar bahan-bahan tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh, mengatur pH darah, mengatur keseimbangan ion mineral, komposisi air dan elektrolit dalam darah, mengatur tekanan darah merangsang pembentukan sel darah merah baru, mempertahankan pH plasma darah pada kisaran pH 7,4.
Ginjal terdiri dari 3 bagian utama yaitu korteks, medula, dan pelvis. Berikut adalah bagian utama dalam ginjal, calyces, pelvis, medula, korteks, ureter, vena ginjal, arteri ginjal. Di dalam korteks terdapat jutaan nefron. Berikut adalah bagian-bagian di dalam nefron; glomerulus, kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, tubulus kontortus distal, tubulus kolektivus.

Dan berikut ini merupakan urutan pembentukan urine:
·      Darah yang membawa sisa-sisa metabolisme protein akan masuk ke ginjal melalui pembuluh darah menujuke glomerulus.
·      Di dalam glomerulus terjadi peristiwa penyaringan terhadap zat-zat yang terlarut dalam darah. Zat-zat yang dapat melewati saringan glomerulus adalah zat-zat yang bermolekul kecil, seperti air, garam, amonia, urea, dan gula, maka zat-zat tersebut disebut dengan filtranglomerulus.
·      Filtranglomerulus masuk ke kapsula Bowman dan ditampung. Kemudian filtraglomerulus tersebut akan diteruskan ke tubulus proksimal.
·      Di dalam tubulus proksimal akan terjadi penyerapan kembali terhadap zat-zat yang masih diperlukan, yaitu air, garam, dan gula. Sedangkan zat-zat lainnya yang tidak diserap atau tidak dapat diserap akan menjadi urine primer.
·      Urine primer masuk ke dalam tubulus distal dan akan terjadi augmentasi. (penambahan zat-zat yang tidak diperlukan ke dalam urine primer sehingga menjadi urine sekunder. Urine sekunder adalah urine sesungguhnya).
·      Urine sekunder ditampung di tubulus kolekta, kemudian diteruskan ke uriter dan ditampung kembali di kantung kemih sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui uretra. 
DAFTAR PUSTAKA

http://dewiisti.wordpress.com/2010/10/18/struktur-ginjal
http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/03/bagian-bagian-ginjal.html
Yatim, Wildan. 1996. Histologi. Bandung : Tarsito.